Analis Sebut Pasar Properti Lesu Akibat Perilaku Developer

  • Whatsapp

JAKARTA, AMC.co.id – Analis Bisnis Sam Anwar menyebut pasar properti lesu akibat ulah developer sebagai pelaku industri.

Sam Anwar menyampaikan, tingginya harga properti bukan menjadi satu-satunya penyebab lesunya pasar di sektor ini.

“Tingginya harga rumah bukan menjadi faktor utama sebagai penyebab lesunya pasar. Hasil beberapa riset yang saya lakukan, rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap pelaku industri juga menjadi salah satu faktor,” ungkap Sam Anwar saat dihubungi usai Lebaran 2024, Senin (15/4/2024).

Menurutnya, rendahnya tingkat kepercayaan pasar terkait industri ini diantaranya maraknya developer nakal yang terjadi beberapa tahun belakangan.

“Maraknya peristiwa gagal bangun sampai perilaku pengembang yang menjual properti tanpa dilengkapi legalitas itu membuat masyarakat takut beli rumah,” tambah Sam Anwar.

Ia menambahkan, permasalahan lain yang menjadi alasan takut beli rumah yaitu ketidakpastian ekonomi.

“Fluktuasi pasar, inflasi, dan ketidakstabilan ekonomi secara keseluruhan dapat membuat seseorang ragu-ragu untuk berinvestasi dalam properti,” kata pria asal Probolinggo ini.

Menurutnya, beli rumah seringkali membutuhkan komitmen finansial yang besar.

Mulai dari uang muka, cicilan bulanan, hingga biaya pemeliharaan.

“Semua itu bisa menjadi beban yang menakutkan bagi banyak orang. Tak heran jika banyak yang merasa cemas akan kemampuan mereka untuk menanggung semua itu,” ungkap Sam Anwar.

Lebih lanjut dikatakan Sam Anwar, salah satu cara untuk mengatasi ketakutan ini adalah dengan melakukan penelitian yang cermat sebelum memutuskan beli rumah.

“Ini termasuk memeriksa pasar properti lokal, menilai kondisi finansial pribadi, dan memperhitungkan semua biaya yang terkait dengan kepemilikan rumah,” katanya.

Mengambil langkah berkonsultasi dengan ahli properti, masih dikatakan Sam Anwar, bisa memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pasar properti dan membantu membuat keputusan yang lebih cerdas.

“Mereka bisa memberikan wawasan tentang tren pasar, nilai properti, dan tips untuk mendapatkan kesepakatan terbaik,” pungkas Sam Anwar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *