Bumdes Muda Karya Mandiri Desa Kliwonan Tidak Berfungsi Lagi

  • Whatsapp

Purworejo, AMC.co.id – Badan Usaha Milik Desa (BUMDES)Kliwonan Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo sampai saat ini tidak bisa di fungsikan lagi, ada pepatah mengatakan seakan hidup segan mati tak mau.

Awak media AMC.CO.ID dalam kontrol sosialnya mendatangin Direktur Bumdes Bpk Widyo Edi Asmoro Desa Kliwonan yang sempat jadi buah bibir di masyarakat, Selasa (17/10/2023) kemarin.

Bumdes yang di bentuk di Tahun 2019, setelah di tetapkan Pemerintah Desa kliwonan Ruwiyanto memberikan Dana Kepada Bumdes 2 kali.

Tahap Pertama Dikucurkan dana sebesar Rp. 150.000.000,- dan yang Kedua Rp. 20.000.000,- Total dana dikucurkan sebesar Rp. 170.000.000,- dana tersebut digunakan oleh Bumdes untuk Pembangunan Kantor Bumdes, Pembelian Alat – Alat Kantor, Mesin Foto Copi, Laptop, dan lain-lain.

Ketua Bumdes Muda Karya Mandiri menyampaikan ke Media saat dijumpai di Kediaman Kliwonan menyampaikan, “Berdirinya Badan Usaha Milik Desa ini, kami dan Staff melaksanakan sesuai dengan apa yang di tetapkan bersama yaitu sebagai Supplayer Pengadaan Material dan Pengadadaan Alat – alat Tulis Kantor ( ATK ) dan Foto Copy.

Kami sebagai supplayer Pengadaan Material Bahan – bahan Bangunan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kliwonan, kurang lebih 6 bulan berjalan, memang betul yang beredar di Masyarakat bahwa Bumdes Muda Karya Mandiri sudah memiliki Kendaraan roda 4 / Mobil Pick Up, Kendaraan tersebut digunakan untuk Langsir,
Material ke Lokasi Proyek yang sedang dibangun.

” Kami Akui Kendaraan tersebut tidak Baru / bekas karena diaturan Pembelian Kendaraan / Mobil harus Baru. Selama kami dapat tugas Dari Pemerintah Desa untuk mensupplay Mobil kami gunakan untuk langsir material. Setelah 6 bulan berjalan kami tidak di beri Pekerjaan dari Pemerintah Desa karena Kepala Desa Ambil Supplyer dari Luar.

Lebìh lanjut Wiwit nama Panggilannya menyayangkan kepada Pemerintah Desa Kliwonan, harusnya Putera Daerah yang di beri pekerjaan apalagi Kami kan Bumdes yang tentunya akan menambah PAD ( Pendapatan Asli Daerah ).

Setelah kami tidak mendapatkan Pekerjaan Mobil juga tidak digunakan, akibat mobil tidak jalan lama – lama kropos dan Rusak, ujarnya,

kami musyawarah dengan Anggota Bumdes dan BPD, Pengawas Bumdes dengan kesepakatan Mobil dijual. Mobil laku Rp. 10.000.000 ,- keuangan kami simpan bersama keuangan Bumdes Jumlah keuangan Bumdes Muda Karya Mandiri total Masih Ada Rp. 20.000.000,- keuangan masih ada,” terangnya.

Keuanganan dan Keadminiatrasian beserta Aset Bumdes besok akan kami serahkan ke Pada Pemerintah Desa, sampai saat ini 4 Anggota sudah Mengundurkan diri tinggal Saya ( Ketua ) saja yang masih Ada,” ungkapnya.

Sebenarnya masalah di Bumdes Kliwonan sudah di Mediasi Oleh Pihak kecamatan Banyuurip tetapi tidak bisa rampung, hanya waktu itu Sekcam Banyuurip, Siswantoro Dwi Nugroho yang mewakili Camat, Yuni ini adalah masalah Interen monggo diselesaikan di Interen Pemerintah Desa. Dan sampai sekarang Bumdes Kliwonan belum kunjung selesai.

Sementara Sekretaris Desa Kliwonan, Nunung membenarnya Bumdes muda Karya Mandiri didirikan pada bulan Juni 2019 dan diberi Modal oleh Oleh Pemerintah sebesar Rp.150.000.000,- dana tersebut digunakan Utuk Operasional Bumdes bekerja sama dengan Pemerintah Desa menjadi supplyer Pengadaan Bahan – bahan Bangunan. Selama 6 bulan berjalan Bumdes mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 6.600.000,’

” sekarang Bumdes sudah tidak berjalan Lagi tidak ada kegiatan karena Pemerintah Desa sudah tidak lagi menggunakan Bumdes untuk supplay material, Bumdes fakum mulai tahun 2021 sampai sekarang,” ucap Sekdes Nunung.

Ditempat terpisah Kepala Desa Kliwonan, Ruwiyanto, membenarkan Bumdes Kliwonan sudah tidak berjalan, selain itu Pengurus tinggal Ketua Saja yang Lain sudah mengundurkan diri.

Menurutnya Bumdes tidak diberi Pekerjaan dikarenakan penawaran lebih mahal dari pada Penawaran dari Luar.

Bumdes akan di selesaikan dalam arti akan rampungkan sebelum Purna Kades di Bulan Desember 2023.

Sesepuh dan tokoh masyarakat Desa Kliwonan, Suwasno memberikan tanggapan kepada awak media,” masalah Bumdes di Kliwonan bisa selesai permasalahanya harus duduk bersama antara Kepala Desa Kliwonan, BPĎ, Pengurus Bumdes, Tokoh Masyarakat Kliwonan, untuk bermusyawarah di selesaikan bersama, biar bisa eksis kembali,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *