Galian SKTM Kabel 20KV Di Link Perumahan Higlanpark Diduga Tidak Sesuai SOP

  • Whatsapp

Serang, AMC.co.id – Galian Kabel bertegangan tinggi SKTM 20 KV yang di tanam di link perumahan Hoston Higlanpark, Kelurahan Banjar Agung, kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, dengan tidak bisanya menunjukan ijin dari pemilik lahan dan diduga tidak sesuai standar operasional dari ketentuan prosedur dalam teknik, baik keamanan objek kerja, saat penanaman Kabel Bertegangan Tinggi,

“Pedistribusian tenaga listrik ke pengguna tenaga listrik di suatu kawasan harus mempertimbangkan berbagai factor (Kletz,2002:159-160) penggunaan system Tegangan Menengah sebagai jaringan utama adalah upaya utama menghindarkan rugi –rugi penyaluran (Loses) dengan kondisi aman, dengan kwalitas persyaratan tegangan yang harus dipatuhi oleh PT PLN (Persero) Selaku pemegang kuasa Usaha Utama Sebagaimana diatur Dalam Undang- Undang Ketenaga Listrikan No.30 tahun 2009.

Penggunaan Saluran Kabel Bawah tegangan menengah (SKTM) sebagai jaringan utama peningkatan kualitas pendistribusian dibandingkan dengan (SUTM) penggunaan (SKTM) Akan memperkecil kegagalan operasi akibat factor external/meningkatkan keamanan ketenagalistrikan, sejalan dengan hal tersebut, kabel yang dipergunakan dan proses pengerjaan instalasi harus memenuhi standard dan dijamin mutunya (Moore,1997:301) penjamin mutu menjamin kepada pengguna bahwa hasil pekerjaan memenuhi standar yang ditetapkan, sebagaimana mestinya.

Di temui di lokasi proyek, OM selaku Mandor pelaksana, menyampaikan, bahwa dirinya hanya sebatas mengawasi dan ketika di pertanyakan dasar untuk masalah ijin lingkungan atau ijin kepada pemilik perumahan Higlanpark, beliau hanya menunjukan photo surat permohonan yang di tunjukan teruntuk perusahaan perumahan Higlanpark, pasalnya ketika di pertanyakan terkait standar operasional dalam penanaman kabel tidak bisa menjelaskan.

Roni selaku aktivis pemerhati lingkungan, menambahkan bahwa menurutnya ini pekerjaan galian diduga tanpa adanya kajian terlebih dahulu, mereka bekerja hanya berdasarkan titik koordinat, seharusnya proses pengkajian itu di lakukan terlebih dahulu, apalagi lokasinya sangat berdekatan dengan rumah warga di perumahan Higlanpark yang hanya berjarakan 1 meter, di tambah saat di pertanyakan bagaimana cara menanam kabel bertegangan 20KV ini di tanam.

“ pihak pengawas lapangan menerangkan bahwa penanamanya menggunakan alat borutorium untuk di masukan ke kedalaman 120 meter.

“sedangkan menurut Roni kalo demikian apakah sudah terlebih dahulu di buatkan kajian karena kondisi ini kan pas dengan salurah Air limbah rumah tangga milik warga dan pastinya untuk ukuran kedalaman ini tidak akan sesuai dengan perencanaan di RAB”, tutur Roni.

Yang kami khawatirkan ini akan rentan konsleting, karena kabel tersebut bertegangan tinggi, jika tidak di tanam sesuai dengan ketentuan yang nantinya akan berdampak kepada kenyamanan dan keamanan warga masyarakat sekitar, mengingat sudah banyak kasus akibat penanaman kabel bertegangan 20Kv yang di lakukan tidak sesuai Standar operasional, yang tentunya akan berdampak penyebab salah satunya konsleting listrik hingga menimbulkan kebakaran.

Jadi kami harapkan pihak pemerintah wajib dilibatkan untuk bisa ikut mengawasi setiap pekerjaan ini, karena ini sangat beresiko tinggi jika di laksanakan oleh orang-orang atau oknum yang tidak bertanggung jawab,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *