Jalan Betonisasi Pasir Kuray -Cisitu Patah Dan Retak Akibat Curah Hujan Tinggi Kontraktor Gerak Cepat Perbaiki

  • Whatsapp

LEBAK, AMC.CO.ID – Tingginya curah hujan pada saat ini menyebabkan beberapa ruas jalan di wilayah Lebak Selatan terjadi longsor dan pergeseran tanah termasuk di wilayah Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, membuat jalan betonisasi yang menghubungkan Pasir Kuray-Cisitu yang baru dibangun beberapa bulan lalu mengalami patah dan retak.

Jalan sepanjang 2 kilometer dengan anggaran mencapai Rp 11 miliar lebih yang berasal Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) APBN 2023 melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2023 tentang percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah itu rusak dan ambrol di sejumlah titik.

Menindaklanjuti kerusakan jalan akibat terjadinya force majeure itu, PT Cipta Optima selaku kontraktor pembangunan jalan langsung bergerak cepat (Gercep) menerjunkan tim teknis ke lapangan, dan segera melakukan repair atau perbaikan di titik titik yang mengalami kerusakan akibat terjadinya pergeseran tanah.

“Kami besok, Sabtu (4/5/2024) akan langsung ke lapangan untuk memperbaiki titik titik jalan yang mengalami kerusakan akibat dari pergeseran tanah. Kami sebagai penyedia jasa bertanggungjawab secara moral memperbaiki jalan tersebut agar mesyarakat nyaman dan aman melintas di jalan itu,” terang Moch Sofi perwakilan dari PT Cipta Optima kepada wartawan, Jumat (3/5/2024).Sofi membantah, kerusakan jalan betonisiasi yang baru 4 bulan lalu dibangun adalah akibat pengerjaan kontruksi yang tidak sesuai bestek, namun semata mata adalah akibat faktor alam atau force majeure.

“Kostur tanah di wilyan Lebak selatan ini labil dan dikelilingi oleh perbukitan, sehingga saat curah hujan tinggi menyebabkan longsor dan terjadinya pergeseran tanah,” ujarnya.

“Ini kejadian pada saat terjadinya longsoran atau force majeure akibat curah hujan tinggi dan pergerakan tanah sekitar tangga 9 dan 10 Maret lalu,” sambungnya.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, Wahyu Supriyo Winurseto yang dikonfirmasi menjelaskan, kerusakan jalan beton yang baru dibangun itu masih menjadi tanggungjawab dari kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut karena masih dalam masa pemeliharan.” Proyek itu masih masa pemeliharaan, biar nanti kontraktor itu yang memperbaiki,” ujar Wahyu.

Sementara PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) 3, Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 2, BPJN Banten Zakaria melalui seorang stafnya Abdul menjelaskan, kerusakan ruas jalan beton yang menghubungkan Pasir Kuray- Cisitu yang baru selesai dibangun 4 bulan lalu itu adalah akibat curah hujan tinggi sehingga menyebabkan terjadinya pergeseran tanah.

“Itu akibat terjadinya pergeseraan tanah, namun jalan itu akan dibongkar lagi oleh kontraktor untuk diperbaiki, karena masih dalam masa pemeliharaan sehingga masih menjadi tanggungjawab kontraktor,” jelasnya.

Diketahui, ruas jalan betonisiasi yang menghubungkan Pasir Kuray-Cisitu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sepanjang 2 kilometer mengami kerusakan di sejumah titik akibat terjadinya pergeseran tanah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *