Pasca Pemilu 2024, Pasar Properti Tak Kunjung Kondusif

  • Whatsapp
Serah terima kunci hunian kepada konsumen properti dari pengembang PT. Klik Rumah Indonesia. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, AMC.co.id – Pasca pengumuman hasil penetapan rekapitulasi suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, namun tidak membuat kondisi pasar di sejumlah sektor langsung stabil.

Salah satunya, dampak yang terjadi di sektor perumahan yaitu pasar properti yang tak kunjung kondusif.

Selain itu, ketidakpastian dalam kondisi ekonomi seringkali membuat para investor dan pembeli enggan untuk melakukan investasi jangka panjang khususnya di jenis properti.

Bahkan, fluktuasi nilai mata uang, inflasi, dan perubahan kebijakan ekonomi dapat menyebabkan ketidakpastian yang merugikan bagi pasar properti.

Dikutip dari portal berita properti WartaGriya, Nurul Direktur PT. Klik Rumah Indonesia membenarkan, pasca penetapan hasil pemilu maupun jelang lebaran 2024 ini belum ada gairah di sektor properti.

“Jelang lebaran dan pilkada pasar properti masih belum terlalu naik drastis. Mungkin karena belum adanya kepastian dari pemerintah terkait beberapa kebijakan mengenai isu-isu kenaikan pajak,” jelas Nurul saat dihubungi Wartawan, Selasa (26/3/2023).

Oleh karena itu, tak sedikit pengembang perumahan harus menerapkan strategi baru untuk meningkatkan penjualan.

“Strategi kami meningkatkan promo-promo yang lebih menarik. Ada beberapa developer menawarkan DP 0%, biaya All In dan juga bonus-bonus seperti kithcen set, water heater, serta AC,” kata Nurul.

Meskipun begitu, Nurul masih sangat optimis jelang lebaran diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan uang THR untuk kebutuhan beli rumah.

“Kami masih optimis karena masih banyak kunjungan tamu ke beberapa proyek walaupun belum tentu closing. Tapi, Saya yakin masyarakat akan memanfaatkan uang THR untuk mewujudkan punya sendiri,” ujarnya.

Kendati demikian, Nurul berharap kebijakan free PPN yang masih berlangsung juga bisa dimanfaatkan oleh investor maupun user.

“Kebijakan ini masih berdampak positif untuk developer, namun aturan tersebut juga harus segera di serah terimakan unit sebelum Juni 2024. Jadi pembangunan harus kami prioritaskan,” katanya.

Nurul menambahkan, jenis properti yang masih banyak diminati saat ini yaitu adanya kemudahan akses dan pertimbangan price list.

“Hunian banyak diminati tentunya yang paling mudah diakses dengan beberapa transportasi seperti stasiun kereta, Tol, dan angkutan umum. Saat ini harga rumah dibawah 600 Juta masih dominan dicari oleh costumer,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *