Selain Abaikan K3, PT. Jasa Konstruksi Internusa Diduga Kerjakan Proyek PJN Wilayah II Banten Asal – Asalan

  • Whatsapp

Pandeglang, AMC.co.id – Berdasarkan pantauan sejumlah pekerja Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Cilegon – Pasauran – Cibaliung & Citererup – Tj. Lesung tepatnya di Jalan Raya Cigeulis tidak mengunakan Alat Pelindung Diri (APD) atau peralatan K3 sama sekali bahkan tidak mengunakan alas kaki yang semestinya.

Diketahui sejumlah pekerja tersebut dari PT Jasa Konstruksi Internusa yang tengah mengerjakan kegiatan infrastruktur dari Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) PPK 2.1 Provinsi Banten pada Satuan kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Banten yang bersumber dari APBN tahun 2024.

Diduga PT. Jasa Kontruksi Internusa tidak menyediakan APD pada sejumlah pekerja tersebut, ketika awak media bertanya, Rabu (12/6/24), mereka mengaku tidak memiliki APD saat bekerja pada proyek tersebut.

” Saya baru lima hari bekerja saya tidak punya sepatu, ada juga sepatu bekas,” kata pekerja dilokasi tersebut. Rabu (12/6/2024).

Sementara itu, menurut warga setempat sekaligus sebagai kontrol sosial dilapangan, Nasrullah menegaskan bahwa pelaksanaan proyek Jalan yang tengah dikerjakan oleh PT. Jasa Konstruksi Internusa itu, menurut dia dikerjakan asal – asalan.

Dia juga menduga hal itu karena lemahnya pengawasan dari Konsultan Pengawas dari PT. Ciriatama Nusawidya Consult. KSO dan dari Satuan kerja (Satker) PJN Wilayah II Provinsi Banten.

Dijelaskan Nasrullah, Proyek yang diduga dikerjakan asal – asalan itu yakni Tembok Penyangga Tanah (TPT) yang berada di Jalan Raya Cibaliung, tampak terlihat pasangan batu terkesan kurang adukan atau keropos bahkan tidak nampak saluran serapan air dan sulingan pembangunan air resapan.

Selain itu, serupa dengan pemasangan TPT yang berada di Jalan Raya Cigeulis tepatnya di Kampung Lampis Desa Tarumanagara Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang. Bahkan di lokasi Jalan ini ujar Nasrul, terkait pengurugan menggunakan sirtu yang jelas tidak sesuai SOP pada proses pemadatannya.

” Saya sudah dua kali datang ke lokasi ini tidak ada Vibro (alat berat) memadatkan arugan matrial sirtu tersebut pemadatan itu harusnya per fase,” tegas Nasrul.

Sementara menurut pekerja pelaksana sekaligus pengawas yang bernama Kacong tidak ada dilokasi proyek Jalan tersebut. Bahkan Kacong dihubungi melalui pesan WhatsAppnya masih bungkam sampai berita ini kembali diterbitkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *