SMPN 2 Tanjungsari Kabupaten Sumedang, Menjadi Tujuan kegiatan School Visit Peserta ToT SEA-CEP 2024

  • Whatsapp

Sumedang, AMC.co.id – SMPN 2 Tanjungsari menjadi tujuan kegiatan School visit peserta ToT kegiatan pelatihan Sekolah Berketahanan Iklim (SBI) berasal dari luar Jawa mulai dari Provinsi Aceh sampai Papua dengan jumlah peserta 40 orang terdiri dari guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah jenjang SMP, SMA, Panitia dan Fasilitator Kegiatan.

Kamis 3 Mei 2024, Awak media melakukan wawancara khusus, terkait Program yang ada di SMPN 2 Tanjungsari, keterangan yang dihimpun dari Kepala Sekolah SMPN 2 Tanjungsari, Saudara Sudrajat S.pd, M.MPd yang dihadiri oleh Kasi Kursis dan Pengawas Pembina, bahwa tujuan School visit, untuk memperoleh wawasan mendalam tentang integrasi isue lingkungan dan perubahan iklim kedalam program sekolah yang telah dilaksanakan di SMPN 2 Tanjungsari.Program SBI yang telah dilaksanakan di SMPN 2 Tanjung sari sebagai bahan materi study banding yang meliputi:

  • Program Pengelolaan sampah sekolah diantaranya upaya meminimalisir volume sampah sekolah dengan mewajibkan siswa membawa peralatan makan dan minum sendiri yaitu Bapica (Bawa piring cangkir)
  • Melokalisasi para pedagang sekolah agar menyediakan jajanan sehat dan terpantau oleh pihak sekolah dengan program Pujasi (Pusat Jajanan Siswa)
  • Pemilahan sampah organik dan sampah non organik melalui program pengadaan Aquaponik, Reaktor Organik, Sumur Resapan Limbah, Pembuatan Pestisida organik, Ecobrick, Bank Sampah yang semuanya merupakan kegiatan daur ulang sampah sekolah

Selain Program Pengelolaan sampah sekolah, SMPN 2 Tanjungsari melaksanakan Program penghijauan berupa pemanpaatan lahan pertanian yang sempit dan terbatas melalui program inovatif seperti Sake Sapo (Satu kelompok satu tambuĺampot menanam Jeruk santang), Tandur Gaspol (Tanaman Sayur Mayur Guru siswa satu poliback), Tasyakur (Taman sayur mayur kuliner) Kebun organik, Tanaman rambat dan Vertikal garden serta Hidroponik.

Sebagai bentuk kreatififas dalam pengolahan sampah anorganik , dibuat berbagai kerajinan tangan seperti pembuatan taman baca Holistik (Hasil olah limbah plastik) dan berbagai kerajinan lainnya dari ecobrick dengan tujuan untuk mewujudkan sekolah yang sehat, bersih, rindang dan hijau, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, ramah lingkungan dan ramah anak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *