Tanpa Ada Berita Acara, Kepala Dusun III (Kadus III) Desa Wangunrejo Bongkar Bangunan Irigasi

  • Whatsapp

Purworejo, AMC.co.id – Pembangunan jaringan irigasi milik Negara yang berada di RT.06 RW.01 Wangunrejo Banyuurip Purworejo sebagai sarana irigasi yang dibangun menggunakan uang Negara seharusnya dirawat bersama biar berfungsi sebagaimana mestinya untuk mengairi lahan sawah sekitarnya, malah sebaliknya di bongkar dan di rusak secara menyeluruh oleh oknum yang mengatas namakan warga setempat beberapa hari lalu.

Saat di temui awak media http://arthamediacentral.co.id kadus (Kepala Dusun) III Desa Wangunrejo, Waryanto, mengatakan, akibat warga berkumpul mengeluhkan irigasi tersebut airnya tidak bisa mengaliri dan masuk ke sawah warga sekitar termasuk sawah saya sendiri, akhirnya warga siap untuk  kerja bakti membongkar saluran tersebut.

Sesuai dengan keluhan warga, saya (kadus-red) memanggil sebagian warga dan saya arahkan untuk membongkar bangunan irigasi yang telah merugikan petani sekitarnya, dan semua warga yang ikut kerja bakti membongkar irigasi tersebut, saya tarik sumbangan seikhlasnya, untuk biaya beli makanan dan minuman, jadi itu harus saya bongkar meskipun belum di MUSDESKAN dan masih akan saya usulkan,” tutur kadus setempat.

Sementara Ketua RT.03 RW.01, Supangat juga sebagai tokoh masyarakat setempat menanyakan, “kok beraninya bongkar bangunan milik negara apa sudah ada izin dari Pak Lurah?

Kok bisa pak Bayan (kadus-red) mengerahkan warga setempat menyuruh bongkar? sebenarnya Saya sempat diundang untuk rembug (musyawarah) masalah ini, tapi saya tidak datang,” ucapnya.

Ditambahkan keterangan dari Supangat, bahwa kadus III selain membongkar irigasi ini, dulu pernah membongkar jaringan irigasi yang didanai oleh PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat), sehingga sampai sekarang jaringan irigasi terbengkalai menjadi rusak dan tidak berfungsi,” tandasnya.

Sementara tempat terpisah awak media menjumpai tokoh masyarakat dan mantan kepala Desa Wangunrejo, Bindarmanto, memberikan tanggapan dengan adanya kejadian yang terjadi di Desanya, ” menurut saya kejadian pembongkaran ini sangat disayangkan, karena itu tidak diperbolehkan, pembangunan yang telah di bangun menggunakan anggaran Dana Negara, apalagi menggunakan DD (Dana Desa) bisa terjerat dengan hukum kalau ada yang iseng melaporkan ke APH bisa ditangkap dan dipenjarakan. Dan pembongkaran tersebut cuma di musyawarahkan secara sepihak, tidak ada Musrenbang di kantor kelurahan, Saya sebagai warga Wangunrejo tidak rela pembangunan yang di bangun dengan dana yang besar kok tahu – tahu dibongkar begitu saja,” tegas Bindarmanto.

Perangkat Desa Wangunrejo inisial P saat d jumpai wartawan turut mengomentari masalah tersebut, dirinya sangat tidak setuju adanya pembongkaran aliran irigasi yang secara fisik bangunannya masih bagus.

Seharusnya dimusyawarahkan terlebih dahulu kepada Kepala Desa dan diadakan MUSDES (Musyawarah Desa), biar di bentuk pelaksanaanya, belum lama dibangun kok dibongkar? yang jadi masalahkan cuma aliran air yang mengalir, tidak masuk kelahan petani, lewat bawah karena faktor alam yang mungkin berlubang dikarenakan adanya hewan seperti kepiting yang masuk lewat cela – cela aliran irigasi tersebut,” tuturnya.

Terpisah Camat Banyuurip, Siswantoro Dwi Nugroho, saat di hubungi via telephon menyatakan, kalau adanya pembongkaran tersebut, nanti akan ditindak lanjuti, kita lihat dulu tujuannya pembongkaranya seperti apa, pembangunan tersebut kewenangan pihak mana untuk langkah kedepannya.

Sementara kepala Desa Wangunrejo, Alif Aji Dwisantosa saat di konfirmasi awak media menjelaskan bahwa, ” pada dasarnya memang yang di bongkar itu tidak berfungsi, malah airnya merembes kebawah jadi tidak mengairi ke lahan sawah sekitar, malah airnya langsung ke sungai, tapi yang saya sayangkan kok di bongkar dengan sistem kerja bakti, dan sepengatahuan saya hanya sebagian saja yang di bongkar, ternyata sudah menyeluruh dan rampung, ya harus gimana lagi langkah kedepan tetep kita perbarui, serta di anggarkan atau dimasukan rencana di tahun 2024,” pungkas Kades.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *